DAFTAR KEJUARAAN BULUTANGKIS ANAK

18 Okt 2011

Pengenalan Bulutangkis Anak Usia Dini

Mengapa kita harus mengenalkan kepada anak mengenai olah raga bulutangkis ?

Itu adalah pertanyaan yang paling mendasar yang seringkali kita temui, apabila kita ingin mengenalkan kegiatan olah raga kepada anak kita terutama olah raga bulutangkis. Sebenarnya tidak harus bulutangkis sebagai pilihan utama, karena masih banyak cabang olah raga lain yang bisa menjadi pilihan anak.

Bulutangkis merupakan salah satu cabang olah raga paling populer di Indonesia. Selain banyak diminati oleh warga masyarakat dari berbagai kalangan dan kelompok usia, cabang olah raga ini juga telah menjadi lambang supremasi Indonesia di arena internasional. Atlet-atlet bulutangkis terbaik Indonesia telah berhasil mengangkat harkat dan martabat bangsa lewat prestasi yang mereka raih, antara lain juara Thomas Cup, Sudirman Cup, Sea Games, Asian Games, Olimpiade, Kejuaraan Dunia, dll. Secara historis Indonesia bahkan telah melahirkan legenda-legenda bulutangkis dunia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Susi Susanti, dan lainnya.

Tetapi apakah bulutangkis menjadi prioritas dalam pembinaan olahraga sesuai dengan prestasi yang telah diberikan pada bangsa ini?

Pembinaan bulutangkis yang tersendat terlihat saat Pekan Olahraga Nasional (PON) yang baru saja selesai digelar. Hampir semua daerah menggunakan pemain non-daerah tersebut atau istilahnya "membeli" pemain untuk memperkuat daerah tersebut.

Tentu hal ini sangat memprihatinkan sebagian kalangan pecinta bulutangkis. Daerah-daerah yang mempunyai dana berlimpah, bisa membeli pemain dengan leluasa, sedang daerah yang dananya minimum, akan sangat berat bersaing di ajang tersebut; bahkan untuk sekedar lolos babak pra kualifikasi pun sudah sangat berat.

Di lain pihak, sebagaimana kita tahu, seiring dengan pelaksanaan Liga Indonesia, tiap daerah berlomba-lomba mengajukan dana ke pemerintah daerah agar dapat turut serta dalam Liga Indonesia entah Liga Super atau Liga Indonesia Divisi Utama, dengan tujuan untuk mengontrak pemain-pemain berkualitas, yang sebagian besar adalah pemain-pemain asing, dimana mereka dikontrak sampai dengan nominal ratusan juta rupiah dan juga untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas stadion di daerah tersebut agar dinilai layak untuk mengikuti Liga tersebut. Kita juga tidak memungkiri bahwa sepakbola masih menjadi olahraga favorit bagi masyarakat Indonesia.

Lantas, bagaimana dengan Bulutangkis yang telah mengangkat nama bangsa di dunia internasional?

Kita memang patut berbangga pada beberapa perusahaan seperti Djarum, Gudang Garam, dan sebagainya yang berkomitmen memajukan perbulutangkisan Indonesia, tapi apakah perusahaan-perusahaan lain juga berkomitmen demikian, mungkin mereka punya komitmen tersebut, tapi semua juga tergantung dengan kondisi dan situasi negara, sehingga kontribusi dari perusahaan-perusahaan lain tersebut belum dapat dijadikan usaha pemecahan dalam masalah pembinaan tersebut

Ada semacam harapan dan semoga hal ini juga mulai untuk dipikirkan, terutama oleh bapak-bapak wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif, bagaimana jika dana yang dikucurkan oleh pemerintah daerah tersebut juga untuk membiayai klub-klub atau pemusatan-pemusatan latihan di daerah tersebut? Tidak perlu sampai ratusan juta. Kurang lebih 10 persen per bulan dari uang untuk mengontrak satu pemain asing tentunya sudah memberikan pengaruh signifikan terhadap pembinaan perbulutangkisan di daerah.

Jika hal ini bisa diterapkan untuk tiap-tiap daerah rasanya tidak mustahil bibit-bibit atlet bulutangkis berkualitas akan muncul dari tiap-tiap daerah, yang tentunya akan menjadi estafet dari pemain-pemain yang ada sekarang, dan bukan tidak mungkin kejayaan bulutangkis Indonesia akan selalu terjaga bahkan bisa lebih baik di masa-masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar